Published On: Sun, Oct 8th, 2017

Cofmor Pemuda Muhammadiyah Hadirkan Danrem sebagai Narasumber

Danrem 132Tadulako Saleh Mustafa menjadi nara sumber pada Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah diMasjid Ulil ALbab Palu,Minggu (8/10/2017).(Foto: Ist)

PALU, beritapalu.NET | Pemikiran Komunis harus diwaspadai generasi muda bangsa saat ini, karena ajaran komunis itu sangat tidak cocok dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia. Paham komunis akan bangkit jika ada yang mendorong. Namun demikian, bisa saja tertolak oleh keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha Esa.

Demikian Penegasan disampaikan Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa saat mengisi Kajian Rutin Ahad Subuh (Ruhadsu) atau Coffee Morning (Cofmor) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulteng, di Masjid Ulil Albab, Minggu (8/10/2017).

Kata orang nomor satu di Korem 132 Tadulako Palu ini, yang paling berbahaya apabila paham dan pemikiran komunis itu, ada yang mendrive atau mengendalikannya atau sengaja untuk menciptakannya. “Kalau sudah masuk ke sini, harus hati-hati kita,” jelasnya.

Kata dia, pemikiran atau paham komunis itu tidak akan bisa terimplementasikan kalau tidak ada yang mendrive. Kata dia, ada tiga hal yang mampu mendrive paham dan pemikiran komunis itu sehingga terus tumbuh dan berkembang, yakni karena alasan balas dendam, bila masih ada ketidakadilan, dan bila ada penguasaan dari pihak lain untuk lahirnya Neokolonialisme.

Pada kesempatan itu, Danrem juga mengingatkan generasi muda untuk tetap waspada, karena ajaran komunis itu, sasarannya adalah generasi muda bangsa. “Mereka (Kaum Komunis,red) itu suka memutarbalikkan fakta sejarah,” jelasnya.

Pria asal Maluku Utara ini, juga mengatakan kepada peserta Cofmor, bahwa adanya ramalan terpecahnya Indonesia pada 2030 adalah upaya atau skenario besar yang tidak baik untuk masa depan Bangsa Indonesia, sehingga harus dihadapi. Baginya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati dan harus dipertahankan. “Bangsa ini tidak boleh terpecah, karena akan memudahkan intervensi Negara lain masuk ke Indonesia, utamanya penguasaan sumber daya alam,” jelasnya.

Danrem mengajak seluruh elemen generasi muda bangsa dan para mahasiswa untuk menangkal ajaran-ajaran yang tidak sesuai budaya bangsa Indonesia, sangat dibutuhkan persatuan dan kesatuan, sangat dibutuhkan silaturahim kebangsaan, dan sangat dibutuhkan kebersamaan karena inilah saatnya dibutuhkan bangsa Indonesia untuk maju dan bersaing dengan negara lain di dunia. “Inilah saatnya kita membangun kebersamaan,” serunya.

Kajian Ruhadsu itu, diawali dengan Salat Tahajjud bersama oleh Mahasiswa Unismuh Palu dan pengurus Pemuda Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan kajian Tahajjud dengan narasumber Ketua Pemuda Muhammadiyah Fery eL Shirinja dan Wakilnya Syaltut Abdullah. Kemudian dilanjutkan salat subuh berjamaah. Setelah salat subuh dilanjutkan dengan kajian Coffee Morning hingga pukul 07.00 wita, bersama Danrem 132 Tadulako, Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa, yang dipandu oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Fery eL Shirinja.

Hadir pada kesempatan itu, sekitar dua ratusan orang, diantaranya Rektor Unismuh Palu H Rajindra, Sekretaris Muhammadiyah Amin Parakkasi, Ketua FUI Hartono M Yasin, Para Wakil Rektor Unismuh Palu, para dekan dan wakilnya se Unismuh Palu, mahasiswa, dan pengurus organisasi otonom Muhammadiyah.

Kegiatan kajian Ruhadsu itu, menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah Fery eL Shirinja, digelar dalam rangkaian Milad Kokam Pemuda Muhammadiyah ke-52, sekaligus hari jadi TNI ke-72. “Kokam itu lahir 1 Oktober 1965, dan TNI 5 Oktober 1945. Sama-sama bulan Oktober. Bedanya itu, kalau Kokam, senjatanya adalah tauhid, ilmu, dan amal,” tandasnya.(afd/*)

About the Author

- beritapalu.net | Portal berita online, mengabarkan tentang Palu - Sulawesi Tengah dan sekitarnya...

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: