Published On: Tue, Oct 3rd, 2017

Pelaporan Kejadian ke Basarnas tak Dipungut Biaya

Kabasarnas Palu Basrano (tengah) bersama Kasubseksi Potensi Kantor SAR Palu Haris Supardi (kiri) dan Kaur Umum Wibowo pada Gathering for Journalist 2017 dihotelRoaRoaPalu, Selasa(3/9/2017).(Foto: beritapalu.NET)

PALU, beritapalu.NET | Keberadaan Badan SAR Nasional (Basarnas) adalah amanat undang-undang untuk kegiatan kemanusiaan berupa pencarian dan pertolongan atas bencana, kecelakaan atau kondisi yang dapat membahayakan manusia.

“Karena itu, setiap pelaporan oleh masyarakat atas kondisi tersebut sama sekali tidak dipungut biaya atau bersifat gratis,” demikian ditegaskan Kepala Urusan Umum Kantor SAR Palu Wibowo SE pada Gathering for Journalist di Hotel RoaRoa Palu, Selasa (3/10/2017).

Menurut Wibowo, Basarnas memiliki standar pelayanan dalam pelaporan pencarian dan pertolongan, seperti pelapor harus memberikan identitas yang jelas. Pelapor juga mengetahui dan menyampaikan informasi kejaidan secara jelas mengenai kecelakaan, bencana dan atau kondisi yang membahayakan manusia.

“Identitas itu penting, bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memudahkan kami melakukan verifikasi terhadapsuatu kejadian. Karena sering juga terjadi, ada warga yang hanya iseng melaporkan suatu peristiwa,” sebutnya.

Pelaporan lanjut Wibowo dapat dilakukan oleh setiap warga yang mengetahui suatu kejadian yang memerlukan pencarian dan pertolongan. Caranya, dapat langsung ke Kantor Basarnas Palu diJalan Elang, atau menghubungi emergency cal di nomor 0451-481110 atau dengan SMS ke nomor 0813 5523 0110.

Setiap laporan yang masuk akan dilakukan verifikasi dan dilakukan persiapan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan lalubergerak menuju lokasi yang dilaporkan.

Sementara itu, Kepala Basarnas Palu Basrano SE menjelaskan standar waktu yang ditetapkan untukmenindaklanjuti setiap laporan yang masuk adalahselama 15 menit. Artinya, setelah laporan tersebut diverifikasi maka pihaknya punya waktu 15 persiapan untuk bergerak.

“Namun standar waktu 15 menit itu bukan waktu tiba di lokasi kejadian,” tegasnya.

Basrano mengatakan, harus dimaklumi bahwa keadaan alam dan geografi Sulawesi Tengah kerap kali menjadi kendala untuk mempercepat masa tiba petugas di lokasi, terlebih dengan jumlah personil yang terbatas dan penyebaran unit SAR di daerah.

“Saat ini kami hanya memiliki 55 orang tenaga SAR dan tiga kantor SAR yakni di Palu, Luwuk dan Parigi. Rencananya dalam waktu dekat juga akan dibuka di Tolitoli. Jadi untuk mengatasi seluruh wilayah se Sulteng ini tentu butuh waktu,” jelas Basrano. (afd)

 

About the Author

- beritapalu.net | Portal berita online, mengabarkan tentang Palu - Sulawesi Tengah dan sekitarnya...

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: