Published On: Tue, Oct 3rd, 2017

BBPP Batangkaluku Gelar Bimtek bagi Penyuluh Pertanian di Palu

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah Trie Iriany Lamakampali (kiri) menyampaikan sambutan pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Penyuluh dan Petugas Pengawalan dan Pendampingan Kegiatan APBN-P 2017 Komoditi Perkebunan dan Tanaman Pangan di Hotel Citra MuliaPalu, Senin (2/10/2017). (Foto: beritapalu.net)

PALU, beritapalu.NET | Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Penyuluh dan Petugas Pengawalan dan Pendampingan Kegiatan APBN-P 2017 Komoditi Perkebunan dan Tanaman Pangan di Hotel Citra MuliaPalu, Senin (2/10/2017).

BBPP Batangaluku berkantor di Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan salah satu dari tujuh BBPP di Indonesia yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian RI yang wilayah kerjanya mencakup seluruh Sulawesi.

Bimtek yang berlangsung hingga 4 Oktober 2017 dan diikuti sekitar 240 penyuluh pertanian se Sualwesi Tengah itu dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Ir Trie Iriany Lamakampali MM dan dihadiri oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Ir Kemal Mahfud MM dan Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Kemal Mahfud mengungkapkan, Kementerian Pertanian mendapat alokasi dana dari APBN Perubahan 2017 untuk pengembangan dan peningkatan produksi komoditas pertanian melalui pengadaan benih dan bibit tanaman pangan berupa kedelai, hortikultura dan perkebunan serta alat pasca panen dan pengolahannya.

Ia mengatakan, khusus untuk komoditi kedelai ditargetkan akan mencapai swasembada pada 2020 mendatang. Namun pemerintah mendorong agar usaha-usaha pencapaian target tersebut sudah harus dimulai dari sekarang dengan mengintensifkan penanamannya.

“Karena itulah BBPP diberi mandat untuk mengawal target tersebut dengan memberikan pendampingan kepada tenaga penyuluh pertanian, mahasiswa, petugas teknis dan fungsional, di antaranya melalui bimbingan teknis seperti ini,” sebutnya.

Dalam Bimtek tersebut, sejumlah materi akan diberikan kepada peserta seperti kebijakan program peningkatan produksi tanaman pangan kedelai, tanaman perkebunan dan hortikultura. Disajikan pula materi tentang bagaimana mengidentifikasi potensi dan masalah komoditas tanaman pangan dan hortikultura berikut pemecahannya.

“Sebelumnya, telah dilaksanakan pula Training of Trainer (TOT) dan diharapkan pada Bimtek kali ini mereka yang telah mengikuti TOT tersebut dapat mengambil peran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Trie Iriani Lamakampali dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya kekompakan para tenaga penyuluh untuk menyukseskan program swasembada pangan ini.

“Alhamdulillah untuk padi dan jagung kita sudah bisa memenuhi targetnya. Namun untuk tanaman kedelai, kita harus mengakui bahwa pencapaian kita masih sangat minim, jauh dari target,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak para penyuluh sebagai ujung tombak peningkatan produksi pertanian untuk secara sungguh-sungguh mengawal para petani meningkatkan hasil pertaniannya, terutama pada tanaman kedelai.

Trie mengakui, produksi tanaman kedelai di Sulawesi Tengah masih sangat sedikit. Penyebabnya antara lain karena petani kurang tertarik dengan komoditas tersebut. Selain itu, kedelai oleh petani dinilai “manja” dalam perawatan.

“Beberapa waktu lalu kita sudah membuat program untuk penanaman kedelai ini, namun ternyata kendalanya cukup besar. Untuk mendapatkan benih kedelai ternyata sangat sulit,” bebernya.

Walau demikian menurut Trie, kendala seperti itulah yang menjadi tantangannya dan peran tenaga penyuluh menjadi semakin dibutuhkan. Ia meminta agar tenaga penyuluh tidak menjadi kendor karena tantangan tersebut. Sebaliknya bisa membuktikan bahwa kendala tersebut bisa teratasi.

Ia berharap, dengan Bimtek tersebut para penyuluh dapat memaksimalkan fungsinya dalam pendampingan kepada para kelompok-kelompok tani. (afd)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: