Published On: Mon, Jan 9th, 2017

Coffee Morning Bahas Perwujudan Perabadan Islam yang Kaffah

Suasana coffee Morniing pertama Pemuhammadiyah Sulteng tahun 2017 yang dipusatkan di Masjid Al-falah pengawu, Ahad (8/1/2016). (Foto Humas Pemuda Muhammadiyah).

PALU, beritapalu.NET | Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Ahad (8/1/2017) menggelar kegiatan coffee morning pertama di tahun 2017. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Alfalah Pengawu.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Fery eL Shirinja, S.Sos., M.Si mengatakan, kegiatan Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah diawali dengan shalat subuh secara berjamaah, lalu dilanjutkan ceramah dan dialog terkait masalah-masalah keumatan.

Tahun 2017 merupakan tahun ke-8 digelarnya kegiatan Coffee Morning tersebut.

Dia berharap kegiatan ini menjadi spirit bagi tumbuhnya perabadan Islam yang kaffah, sesuai prinsip-prinsip perjuangan Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Menurut Fery, doa yg dipanjatkan oleh warga Muhammadiyah melalui kegiatan coffee morning Pemuda Muhammadiyah Sulteng selama ini, telah diijabah oleh Allah SWT melalui spirit 212, yang sudah mulai tumbuh di kalangan umat Islam dengan memasifkan shalat subuh berjamaah.

“Kita bersyukur umat Islam Indonesia mulai bersatu, buktinya gerakan shalat subuh berjamaah mulai masif secara Nasional,” jelas Fery kepada media ini.

Dia mengatakan, Kegiatan ini sudah dilakukan oleh pemuda muhammadiyah Sulteng dalam tiga periode kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah kurun 8 tahun terakhir (Dimulai sejak 2009). “Periode kami di pemuda sudah berjalan dua tahun, dan coffee morning serta shalat subuh berjamaah dari Masjid ke Masjid, setiap hari Ahad pekan kedua bulan berjalan ala pemuda muhammadiyah ini, sudah masuk tahun ke delapan,” jelasnya.

Sementara mengawali tahun 2017 miladiyah ini, coffee morning Pemuda Muhammadiyah mengangkat topik Integritas pendekatan Bayani, Burhani dan Irfani dalam Memahami Addinul Islam, dengan narasumber H Abdul Hanan Al-Pengawu.

Dalam paparannya, Hanan mengatakan, dalam memahami Islam yang kaffah, maka Islam harus diipelajari dari sumbernya yakni Alquran dan Alhadis, kemudian mempelajari Islam harus integral tidak parsial, tekstual, dan kontekstual.

“Dalam menambah wawasan studi islam, dilakukan melalui wacana intelektual Islam yang telah ditulis oleh para ulama dan cendekiawan Muslim” pungkasnya.(afd/*)

About the Author

- beritapalu.net | Portal berita online, mengabarkan tentang Palu - Sulawesi Tengah dan sekitarnya...

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: