Published On: Thu, Nov 17th, 2016

Menteri Agama Buka Sidang Sinode ke-46 GKST

Dari kiri ke kanan: Sekretaris Umum Majelis Sinode GKST Pdt Komar Gultom, Gubernru Sulteng Longki Djanggola, Menteri Agama Lukman hakim Saifudin, Ketua Umum Majelis Sinode GKST Pdt Yuberlian Padele berpose bersama usai pembukaan Sidang Sinode ke-46 GKST di Palu, Kamis (17/11/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)_

Dari kiri ke kanan: Sekretaris Umum Majelis Sinode GKST Pdt Komar Gultom, Gubernru Sulteng Longki Djanggola, Menteri Agama Lukman hakim Saifudin, Ketua Umum Majelis Sinode GKST Pdt Yuberlian Padele berpose bersama usai pembukaan Sidang Sinode ke-46 GKST di Palu, Kamis (17/11/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)_

PALU, beritapalu.NET | Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin membuka Sidang Sinode ke-46 Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (17/11/2016).

Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Menag didampingi Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Ketua Umum Majelis Sinode GKST Pdt Yuberlian Padele dan Sekrtaris Pdt Komar Gultom.

Selain Gubernur Sulawesi Tengah Lingki Djanggola, sejumlah pejabat tinggi pusat dan provinsi serta kabupaten se Sulteng juga tampak hadir seperti Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas, Anggoa DPD RI Nurmawati Dewi Bantilan dan Delis,  Anggota DPRD Sulteng, Bupati Morowali Utara Aptripel Tumomor, Bupati Poso Darmin Sigilipu, Ketua MUI Sulteng Zainal Abidin dan ketua PGI Sulteng.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Lucky Semen mengatakan, sidang Sinode ke-46 GKST yang dihadiri sediktinya 1.162 orang perwakilan GKST se Sulteng itu terbilang istimewa, antara lain karena pertama kali digelar di Palu dan pertama kali dihadiri dan dibuka oleh Menteri Agama RI.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap, keragaman agama di daerah ini dapat menjadi daya dorong bagi usaha untuk memajukan daerah.

Menteri Agaam Lukman Hakim Saifudin memukul gong menandai pembukaan Sidang Sinode ke-46 GKST di Palu, Kamis (17/11/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin memukul gong menandai pembukaan Sidang Sinode ke-46 GKST di Palu, Kamis (17/11/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Ia juga mengakui bahwa sumber daya yang banyak dimiliki oleh GKST cukup besar dan berharap melalui siding Sinode tersebut, potensi sumber daya yang besar itu dapat digunakan untuk menyokong pencapaian cita-cita pembangunan daerah, yaitu terwujudnya daerah yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Ia juga mengajak seluruh warga GKST untuk secara bersama-sama membebaskan diri dari samudra raya kemiskinan, ketertinggalan dan kebodohan. “Semoga sidang Snode ini juga bisa emnjawab persoalan-persoalan yang dihadapi warga GKST,” harapnya.

Sementara itu, Menag Lukman Hakim Saifudin dalam sambutan pembukaannya menitipkan pesan agar sidang Sinode kali ini jangan hanya sekadar membicarakan agenda rutin pelayanan gereja, tetapi juga sebagai wadah pertemuan dan musyawarah antarpelayan gereja dalam merumuskan strategi pelayanan ke depan.

Menurutnya, bangsa Indonesia ini sangat beragam dan majemuk. Keragaman ini hendaknya tidak menjadi perbedaan yang memisahkan, sebaliknya menjadi perekat yang mempersatukan dalam interaksi sosial yang saling membutuhkan.

“Perbedaan itu sudah terbiasa kita lakukan dan hidup berdampingan secara damai. Akan tetapi sekadar mengetahui saja tidaklah scukup, diperlukan kearifan dan pemahaman yang utuh akan arti dan makna pluralitas,” sebutnya.

Dikatakan, pemahaman yang utuh itu sangat penting, karena disebutkan masih ada sekelompok masyatakat yan rentan terhadap pengaruh faham intoleran dan anti kemajemukan, terutama bila hal itu bersinggungan dengan agenda politik tertentu.

“Timbulnya permasalahan hubungan antarumat beragama, tidak melulu disebabkan oleh factor keagamaan. Faktor non keagaman seperti politik, ekonomi, hukum, sosial dsb justeru ditengarai sering menimbulkan konflik dan ketegangan di masyarakat. Diperlukan kecermatan untuk memahami karena faktir nonkeagamaan sering berhimpitan dengan factor lain sehingga permasalahan di lapangan menjadi sangat kompleks,” ungkapnya.

Ia mengajak terutama kepada pemuka agama agar bagaimana kembali pada substansi agama itu sendiri, karena di tengah keragaman saat ini dan kompetisi hidup yang kian ketat dan tidak terelakkan.

“Saya menegaskan disini, tidak ada konflik agama itu karena semua agama bertujuan sama yakni memanusiakan  manusia, semua agama membawa misi yang sama yaitu bagaimana harkat, martabat, dan derajat manusia tidak hanya dijaga dan dipelihara tapi juga dikembangkan bersama sesuai kondisi yang dihadapi,” lanjutnya.

Menurutnya, jadi ada konflik atau sengketa yang mengatasnamakan agama , Ia yakni bahwa agama hanya dijadikan alat pembenar atau justifikasi untuk mengagregasi satu dan lain hal terkait kepentingan pihak yang berkonflik itu.

Ia berharap agar para pemuka agama terus menjalin komunikasi dan koordinasi untuk secara bersama-sama melawan mereka yang intoleran dan anti kemajuemukan.

“Kasihilah sesasmamu, kasishilah sesama manusia seperti dirimu sendiri. Bagi Kristen sejati , tidak ada pemisahatan antara kehidupan sakral dan sekuler, ketika seseorang mengenal Tuhan, maka ia sekaligus akan terpanggil untuk menerima perannya sebagai garam dan terang bagi dunia sekitar dirinyanya,” ujar Lukman.

Sidang Sinode ke-46 GKST itu akan berlangsung hingga 20 Novmber 2016 mendatang. Sidang itu juga akan diisi dengan ceramah yang menghadirkan nara sumber bukan hanya dari kalangan Kristen, tetapi juga Islam, yakni Ketua MUI Kota Palu Prof Zainal Abidin dan perwakilan Kristen Palestina. (afd).

About the Author

- beritapalu.net | Portal berita online, mengabarkan tentang Palu - Sulawesi Tengah dan sekitarnya...

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: