Published On: Wed, Oct 12th, 2016

Jelang Hari Santri Nasional, Santri Tulis Mushaf Alquran Massal

Share This
Tags
Sejumlah santri menuliskan mushaf Alquran yang digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (12/10/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Sejumlah santri menuliskan mushaf Alquran yang digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (12/10/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16) . (Foto: dok. Satgas Ops Tinombala)

PALU, beritapalu.NET | Menjelang puncak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober mendatang, sedikitnya 604 santri dari berbagai pesantren di Palu, Sigi dan Donggala menuliskan mushaf Alquran secara massal di Aula Kemenag Sulteng, Rabu (12/10/2016).

“Penulisan mushaf Alquran ini dilakukan serentak di 34 provinsi seluruh Indonesia dan melibatkan 42 ribu santri. Kita di Palu tercatat 604 santri ikut,” kata Kepala Bidang Pakis Kanwil Kemenag Sulteng, H Firmansyah MPd di sela-sela kegiatan tersebut.

Firmansyah menjelaskan, setiap santri menuliskan dua buah mushaf lengkap 30 juz. Setiap santri masing-masing selembar dari mushaf Alquran.

Menurutnya, kegiatan yang dipantau langsung oleh Menteri Agama melalui teleconference itu sedianya digelar 5 Oktober lalu, namun beberapa kali tertunda sehingga baru kali ini bisa teraksana.

“Tujuan dari kegiatan ini, agar Alquran tidak hanya indah saat dibacakan, tetapi indah ketika dituliskan. Nantinya semua santri yang ikut berpartisipasi dalam penulisan ini, akan mendapatkan piagam yang ditandatangani langsung oleh Pak Menteri Agama,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Drs H Abdullah Latopada MPdI  saat membuka acara itu menitipkan pesan agar dengan kegiatan penulisan mushaf Alquran itu, diharapkan Alquran semakin tersosialisasi. Bukan hanya dari segi penulisannya, tetapi isi dan maknanya terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Abdullah memotivasi paa santri agar tidak minder. Menurutnya, banyak tokoh nasional yang lahir dari Pondok Pesantren. Bahkan almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Presiden RI adalah alumni pondok pesantren.

Belum lagi kalau bicara pahlawan sebutnya. Tak tercatat lagi banyaknya pahlawan yang lahir dari pesantren. Sehingga tak dapat dipungkiri jika sumbangsih para alumni pesantren terhadap bangsa ini sangatlah besar.

Pesantren sebut Abdullah adalah pendidikan tertua di republik ini yang sudah ada jauh sebelum merdeka. “1930 di Sulteng sudah ada pesantren Alkhairaat. Jadi 15 tahun sebelum Indonesia merdeka, di Sulteng ini sudah berdiri pesantren,” beber Abdullah. (nif/*)

 

About the Author

- beritapalu.net | Portal berita online, mengabarkan tentang Palu - Sulawesi Tengah dan sekitarnya...

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: