Published On: Sun, Sep 18th, 2016

Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Substansi Tahun Baru

Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah yang diisi pengajian dengan Narasumber ustad Jamaluddin Hadi (kanan) dan dipandu oleh Ketua PM Sulteng Fery eL Shirinja, di masjid Al-Ikhwan Birobuli, Minggu (18/9). (FOTO ISTIMEWA)

Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah yang diisi pengajian dengan Narasumber ustad Jamaluddin Hadi (kanan) dan dipandu oleh Ketua PM Sulteng Fery eL Shirinja, di masjid Al-Ikhwan Birobuli, Minggu (18/9). (FOTO ISTIMEWA)

PALU, beritapalu.NET |Sekitar dua pekan lagi, umat Islam dunia akan merayakan tahun baru Islam, yang jatuh pada tanggal 1 Muharram 1438 Hijriyah, bertepatan dengan 2 Oktober 2016. Memasuki tahun baru, umat Islam diingatkan untuk mengenal substansi tahun baru yakni berhijrah.

Penegasan itu disampaikan ustad Jamaluddin Hadi, saat menjadi Narasumber pada kegiatan Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah Sulteng di masjid Al-Ikhwan, Birobuli, Minggu (18/9/2016).

Jamaluddin Hadi mengatakan, perayaan dalam menyambut tahun baru, perlu menjadi perhatian umat Islam, karena jangan sampai umat Islam terjebak dalam praktik bid’ah yang harapannya ingin mencapai ridho dan pahala dari Allah, malah yang terjadi sebaliknya, mengumbar dosa. Kata dia, selama ini umat Islam terkadang menyambut tahun baru, baik itu tahun baru masehi maupun tahun baru Islam, dengan ritual doa-doa.

Padahal kata dia, doa awal tahun dan doa akhir tahun, yang cenderung dipraktikkan itu, tidak memiliki tuntunan dari Rasulullah SAW, sehingga hal seperti ini bisa menjebak umat Islam dalam praktik Bid’ah. Begitu juga puasa awal tahun, terang Jamaluddin Hadi, tidak memiliki dasar.

“Yang ada tuntunannya itu, puasa tiga hari setiap bulan yakni tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan, berdasarkan penanggalan Hijriyah. Sementara suatu ritual ibadah yang tidak memiliki tuntunan, maka disebut bid’ah, sehingga bid’ah itu mengarah pada perbuatan dosa,” jelas jamaluddin Hadi.

Pada kesempatan itu, Jamaluddin Hadi juga menguraikan perbedaan perayaan tahun baru Masehi dengan tahun baru Islam, dimana menurut dia, pada perayaan tahun baru Masehi sangatlah ramai, karena memang disetting untuk ramai. Hal itu berdasarkan konspirasi untuk menyatukan manusia di dunia untuk menggunakan kalander Masehi.

Parahnya, Negara-negara Islam dunia baik langsung maupun tidak langsung ikut serta di dalamnya mendukung itu. Selain itu, menurut Jamal, jumlah orang nonmuslim  di dunia jauh lebih banyak dari umat Muslim. “Sekarang inikan kalender Masehi digunakan seluruh dunia, sementara kalender hijriyah global itu belum ada, makanya perayaan tahun baru masehi jauh lebih meriah, bahkan untuk petasan saja di Indonesia, disebut-sebut dapat menghabiskan anggaran Rp288 Miliar,” jelas Jamal.

Kata dia, Muhammadiyah pada saat Muktamar di Makassar Agustus 2015 silam, telah merekomendasikan kalender Hijriyah Internasional, bahkan sudah ditindaklanjuti di Turki belum lama ini melalui rapat organisasi Negara-negara Islam. “Tetapi belum juga ketemu kata sepakat, sehingga belum bisa terwujud hingga saat ini,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, salah seorang jamaah dari Kabupaten Tojo Unauna, menanyakan seputar perlunya khilafah sebagai otoritas menyatukan umat Islam dunia, ditanggapi Jamaludidn Hadi, dengan mengatakan khilfah itu sangatlah penting, tetapi sejauh ini, belum ada pemimpin Islam yang dapat menyatukan umat Islam dunia, sehingga hal itu masih sulit terwujud. “Menyatukan kalander saja masih sulit, apalagi membuat khilafah,” tandasnya.

Sementara Ketua Pemuda muhammadiyah Sulteng, Fery eL Shirinja S.Sos M.Si, yang memandu jalannya diskusi tersebut, mengatakan bahwa, Coffee Morning bulan ini, sengaja mengangkat tema tahun baru Islam, karena sekitar dua pekan lagi, umat Islam dunia akan memasuki tahun baru 1 Muharram 1438 Hijriyah, dimana berdasarkan perhitungan hisab Muhammadiyah bertepatan dengan tanggal 2 Oktober 2016.

“Kita perlu tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan menyambut tahun baru, jangan sampai terjebak seperti cara-cara nonmuslim dalam menyambut tahun baru masehi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut, selain dihadiri pengurus Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, juga turut hadir sejumlah pengurus Muhammadiyah, diantaranya tampak hadir Wakil Ketua Muhammadiyah Sulteng Hadi Sucipto SPd MPd dan Muhammad Djaiz SAg, Sekretaris Muhammadiyah Sulteng Amin Parakkasi SHI MAg, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Umar Faisal SSos, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palu Zainal Honteng, dan Sekretaris Muhammadiyah kota Palu Mulkus Kisman SAg.

Tampak pula hadir saat itu, sejumlah pengurus takmir masjid dari beberapa masjid di Kota Palu, serta jamaah masjid Al-Ihwan Birobuli. Kegiatan yang diwarnai dialog itu, digelar setelah Shalat Subuh Berjamaah, dan berakhir hingga pukul 07.00 wita.(afd/*)

About the Author

- beritapalu.net | Portal berita online, mengabarkan tentang Palu - Sulawesi Tengah dan sekitarnya...

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: