Published On: Thu, Mar 24th, 2016

29 Maret, Tambang Poboya dan Dongi-Dongi akan “Dieksekusi”

Share This
Tags

PALU – Semoga ini bukan “janci mutaroe” (janji manis yang tersimpan rapi) saja. Polda Sulteng bersama instansi terkait memberi batas waktu kepada penambang emas rakyat baik yang ada di Poboya Kota Palu maupun penambang liar di Dongi-Dongi Kabupaten Poso untuk segera meninggalkan lokasi. Jika tidak, aparat gabungan akan meng”eksekusi”nya.

Eksekusi yang dimaksudkan adalah penegakan hukum atau penindakan terhadap siapapun yang melanggar aturan. Batasnya sampai 28 Maret dan pada keesokan harinya atau 29 Maret, tidak ada toleransi lagi, aparat gabungan akan emnyisir lokasi tersebut dan mengosongkannya.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufariadi di Mapolda Sulteng usai mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Leo Bona Lubis usai memimpin rapat koordinasi dengan instansi terkait, Rabu (23/3/2016).

“Ada tujuh kesepakatan dalam rapat itu, tapi intinya adalah pertambangan illegal itu harus ditutup,” tandas Kapolda sembari menyilahkan Wakapolda untuk menyampaikan detail tujuh kesepakatan yang telah dicapai dalam rapat yang dihadiri unsure Polda, Korem, Pemprov, Pemkab Sigi, Poso dan Palu, DInas Kehutanan dan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL).

Isi kesepakatan itu antara lain seluruh instansi terkait sudah sepakat jika aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang ada di wilayah Taman Nasional Lore Lindu, tepatnya di Dongi-Dongi maupun Taman Hutan Rakyat (Tahura) di Poboya telah dilakukan secara bertahap.

“Untuk tahap sosialisasi sudah berjalan bertahun-tahun dan berbulan-bulan dengan batas waktu sampai tanggal 25 Maret. Kemudian tahap peringatan dari tanggal 26 sampai tanggal 28 Maret untuk mengosongkan seluruh areal Taman Nasional dan Tahura. Kemudian tanggal 29 Maret kita langsung lakukan penertiban dan  penegakan hukum,” tegas Leo.

Leading sector untuk penertiban itu adalah BTNLL yang dibantu oleh kepolisian dan TNI. Setelah penertiban lanjut Leo akan dilakukan rehabilitasi kawasan oleh BTNLL dibantu instansi terkait.

“Penertiban tambang illegal di Poboya akan bersamaan pelaksanaannya dengan penertiban pertambangan illegal di Dongi-Dongi,” sebut Leo.

Ia mengimbau seluruh warga di Dongi-Dongi, Poboya maupun masyarakat dari luar daerah untuk segera keluar dari kawasan TNLL serta Tahura Poboya sebelum langkah penindakan dilakukan. Seandainya da warga yang melakukan perlawanan, maka Leo menegaskan, aparat tidak akan segan-segan melakukan tindakan represif berupa penindakan secara tegas. (afd)

 

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. salsabil says:

    semoga indonesia makin aman dan tentram di tahun ini amin,

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: